
akusukadunia
menikmati sore
Sabtu, 31 Juli 2010
perjalanan cahaya

tak percuma saya habiskan 200km berkendara dg bus,dan di susul 118km mengendarai motor demi sebuah tempat ; pantai klayar-pacitan. inilah ombak yang menyapu keraguan,inilah pasir yang memberi kehangatan,inilah karang yang terus berjuang.suatu saat aku berjanji akan kembali padamu dengan kunang-kunang.aku akan kembali dengan persamaan ; ketegaran.
jejakmu...

sama seperti jejak di pasir ini, aku pasti akan dapat melupakanmu teman baikku. dan aku akan membiarkan ombak yang tenang perlahan melarutkan pasir-pasir jam waktu yang kau ukir dalam jejakmu. hingga aku hanya melihat biru ; aku mengharu dalam deburan waktu, mengenang dalam hening senja, bercumbu dengan karang yang tegar. membiarkan tapak kakimu di hapus oleh suratan ; andai aku mau
Kamis, 22 Juli 2010
ternyata sekarang saatnya kau pergi

ini bukan malam yang menyenangkan...
meskipun tadi saya sudah bertemu gayung dan adit, meskipun saya sudah berada di surabaya kembali. tapi ini bukanlah malam yang menyenangkan, karena ketika saya membuka akun friendster saya dan mencoba membuka link akun sahabat saya yang telah meninggal 3 tahun lalu, alm wawan. link itu sudah tidak bisa di buka kembali alias suspended, padahal saya ingin mengunggah sebuah foto untuk dia. saya tahu Tuhan ini bodoh dan teramat naif, belum bisa merelakan orang yang kita sayangi. tapi tuhan ijinkan aku memohon sekali lagi dalam doaku malam ini Tuhan. saya hanya ingin akun tersebut dapat aktif kembali. karena hanya di akun tersebut saya bercerita kepadanya tentang apa yang tak mungkin saya ceritakan ke orang lain. saya hanya ingin memberikan foto ini tuhan, foto yang mungkin tak akan pernah ererti bagi orang lain, tapi saya yakin ini sangat berarti bagi saya.
jika memang takdir tidak mengijinkan saya mengunggah foto tersebut Tuhan...tolong sampaikan doa saya kepadanya, bahwa saya rindu dia...saya titip foto ini juga Tuhan...
Kamis, 17 Juni 2010
sore...

" saya selalu suka sore hari "
entahlah sejak kapan saya menjadi "senjalovers", sejak dulu mungkin. sejak saya menyukai wangi tanah yang tersiram hujan, sejak saya menyukai beng-beng dan menganggap itu adalah wafer terenak, atau sejak saya tahu bahwa apa yang ingin saya makan adalah soto ayam dan bukan kare ayam ketika saya masih TK.
senja indah menurut saya adalah senja di kampung saya, kampung kecil di kaki bukit kapur di daerah tuban. ada sawah yang hijau dan juga pohon randu yang menjulang megah, pohon yang penuh duri tapi menghasilkan "kapuk" yang katanya dapat di buat menjadi benang, dan sebagai suber lain penghasilan warga kampungku. ada juga anak-anak yang masih bermain sepak bola meskipun qiro'ah sudah di kumandangkan.
saat itulah saya akan berdiri di atas pagar SD tua saya, yang sekarang sudah di merger dengan SD depan dan tidak ada lagi SD saya sekarang. tapi tentang SD saya itu tidak begitu penting, yang saya suka adalah ketika saya berdiri di atas pagar maka saya dapat melihat atap rumah saya dan juga barisan burung kuntul yang pulang ke rimbunan pohon bambu di perbatasan desa. tapi itu dulu, saat saya masih SMP. sekarang saya sudah tidak melihat kawanan burung kuntul yang melintasi desa, dan saya juga tidak melihat anak-anak yang bermain sepak bola lagi, karena mereka semua bekerja sebagai buruh di kota-kota besar.
tapi tetap yang paling indah adalah senja di kampung saya, meskipun ada ribuan senja di pantai maupun di trotoar kota yang penuh lampu. sya tetap berkeyakinan bahwa senja terindah adalah rumah. sampai suatu saat muncul kamu. dan sejak saat itu saya yakin bahwa senja terindah selalu ada di dekatmu. kamu...
Langganan:
Komentar (Atom)
